Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memastikan pemenuhan standar mutu di bidang industri pupuk, PT WH Agrosejahtera Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi bagi karyawannya pada 14–18 Juli dan 21 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium PT WH Agrosejahtera dengan menghadirkan program yang mengintegrasikan pembelajaran teoritis, praktik laboratorium, dan uji kompetensi.
Pelatihan dan sertifikasi dilaksanakan pada dua skema kompetensi, yaitu Skema Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu dan Skema Sertifikasi Analis Pupuk Anorganik. Kedua skema tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip sistem manajemen mutu, melakukan pengujian laboratorium pupuk anorganik sesuai metode yang berlaku, serta memastikan hasil analisis memenuhi persyaratan teknis dan regulasi yang ditetapkan.
Selama lima hari pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai penerapan sistem manajemen mutu, dokumentasi mutu, pengendalian dokumen, tindakan korektif dan pencegahan, audit internal, serta pengenalan persyaratan standar yang relevan dengan operasional laboratorium. Pada skema Analis Pupuk Anorganik, peserta juga mendapatkan penguatan kompetensi dalam teknik pengambilan sampel, preparasi contoh uji, penggunaan peralatan laboratorium, pelaksanaan pengujian parameter pupuk anorganik, pengolahan data hasil pengujian, hingga penyusunan laporan hasil analisis.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada 21 Juli 2026 melalui proses asesmen/uji kompetensi yang dilakukan oleh asesor kompetensi berlisensi. Proses asesmen dilaksanakan sesuai pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan mengedepankan prinsip objektivitas, validitas, reliabilitas, fleksibilitas, dan keadilan, sehingga hasil sertifikasi benar-benar mencerminkan kompetensi setiap peserta.
Melalui kegiatan ini, PT WH Agrosejahtera menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang profesional, berorientasi mutu, serta didukung oleh tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi. Peningkatan kompetensi karyawan diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas produk, keandalan hasil pengujian laboratorium, kepuasan pelanggan, serta daya saing perusahaan di industri pupuk nasional.
Program pelatihan dan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi laboratorium, dan siap menghadapi tantangan industri yang semakin kompetitif. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja perusahaan dan penerapan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan.
Dokumentasi Kegiatan